Penyebab Penyakit Kolesterol

Kolesterol darah dibagi menjadi 2 bagian utama, yaitu : kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai ‘kolesterol jahat’ dan kolesterol HDL (High Density Lipoprotein) yang dikenal sebagai ‘kolesterol baik’. LDL membawa kolesterol dari hati ke sel, dan HDL berperan membawa kolesterol dari sel ke hati.

Kadar kolesterol LDL yang tinggi akan memicu penimbunan kolesterol di sel, yang menyebabkan munculnya atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri) dan penimbunan plak di dinding pembuluh darah. Hal ini dihubungkan dengan peningkatan resiko penyakit akibat gangguan pembuluh darah (misalnya : penyakit jantung koroner, stroke, gangguan pembuluh darah tepi).

Kadar kolesterol darah yang tinggi disebabkan oleh berbagai faktor adalah genetik, diet tinggi lemak, kelebihan berat badan, kurangnya aktifitas fisik, dan merokok. Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat pula disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan (misalnya : sterid atau pil kontrasepsi).

Kolesterol dan Stroke

Kolesterol merupakan faktor resiko stroke yang secara konsisten dilaporkan dari berbagai hasil penelitian. Kolestrol LDL yang tinggi, kolesterol HDL yang rendah, dan rasio kolesterol LDL dan HDL yang tinggi dihubungkan dengan peningkatan resiko terkena stroke. Hal ini akan diperkuat bila ada faktor resiko stroke yang lain (misalnya hipertensi, merokok, obesitas).

Hubungan antara kolesterol dan stroke tergambarkan pula dalam berbagai penelitian terapi kolesterol. Keberhasilan terapi penurunan kadar kolesterol darah akan menurunkan resiko stroke dan penyakit jantung sebesar 60%. Penurunan kadar kolesterol darah akan menghambat proses atherosclerosis (pengerasan dinding pembuluh darah arteri).

Perkembangan atherosclerosis dapat dihambat pada sebagian besar pasien yang menjalani terapi selama 2 tahun. Kadar kolesterol darah yang tidak terkendali akan meningkatkan resiko stroke. Pasien berusia 40 tahun-an yang memiliki kadar kolesterol LDL tinggi akan memiliki resiko sebesar 52% untuk mengalami serangan jantung dan stroke pada usia diatas 50 tahun (Lang, 2005).

Kadar kolestrol darah yang tinggi tidak memberikan gejala yang spesifik. Hal ini menyebabkan kadar kolesterol darah yang tinggi juga dijuluki sebagai ‘the silent killer’. Pasien datang berobat ketika telah muncul komplikasi pembuluh darah. Proses atherosclerosis tetap berjalan tanpa ada keluhan pasien.

Kadar kolesterol darah yang tinggi dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor-faktor penyebab kadar kolesterol yang tinggi adalah genetik, diet tinggi lemak, kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, dan merokok. Merokok meningkatkan kadar kolestrol LDL dan menurunkan kadar kolesterol HDL. Kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat pula disebabkan oleh konsumsi alkohol atau obat-obatan (misalnya : steroid atau pil kontrasepsi).


=====================================

>>> Kapsul Garlic (Bawang Putih), Bagus Untuk Mencegah dan Mengobati Penyakit Kolesterol, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Penyebab Kolesterol. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>